Wednesday, November 21, 2012

TUGAS DATABASE TERDISTRIBUSI


ANALISA JURNAL (PEMANFAATAN DATABASE KEPENDUDUKAN TERDISTRIBUSI PADA 
RAGAM APLIKASI SISTEM
INFORMASI DI PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA )



·           Beberapa kelemahan/kekurangan yang muncul dalam perancangan Sistem Informasi Kependudukan Di Pemerintah Kabupaten/Kota yang memanfaatkan database terdistribusi

1.        Problem Integrasi Aplikasi Sistem Informasi Ragam Institusi 
Salah satu problem yang sulit dipecahkan dan kerap dijumpai para praktisi  IT di Indonesia  adalah  ketika  menghadapi  tantangan  di  mana  sejumlah  sistem  informasi yang  berbeda  harus  diintegrasikan.  Peristiwa  tersebut  misalnya  terjadi  pada  saat aktivitas  merger  dan  akuisisi,  penggabungan  satu  atau  dua  institusi  pemerintahan, kerjasama program berbasis  lintas  sektoral,  dan  lainnya. Berdasarkan  pengalaman, kompleksitas  permasalahan  yang  dijumpai  justru  tidak  bertumpu  pada  aspek teknis, namun kerap lebih menonjol pada
 aspek nonteknis yang biasanya didominasi oleh isu "ego sektoral" pada masingmasing  institusi yang terlibat. Tanpa adanya strategi yang jelas,  seringkali  kegiatan  integrasi  sistem menemui  jalan  buntu.  Permasalahan kunci terjadinya fenomena tersebut  pada 
dasarnya  terletak pada kesalahan pendekatan atau metodologi  proses  terkait.  Dalam  menghadapi  tantangan  ini,  metodologi  yang  dipergunakan harus mampu menjawab 
berbagai  kendala  teknis dan non  teknis  yang seyogyanya dijumpai pada setiap  isu  integrasi, artinya metodologi yang dipakai harus dibangun dengan memperhatikan kedua aspek tersebut .

2.        Kebutuhan Sumber Daya yang tinggi
Dalam perancangan sistem ini sangat membutuhkan sumber daya yang tinggi baik Sumber daya manusianya juga sumber daya peralatan.Sumber daya ini tidak hanya ada digunakan disatu tempat, tetapi diseluruh lini pemerintahan baik dari kelurahan, kecamatan pemerintah kota,pemerintah kabupaten.Dan Sumber daya ini harus benar benar handal karena sistem  ini sangat  kompleks.
·           Beberapa kehandalan/kelebihan dari perancangan Sistem Informasi Kependudukan Di Pemerintah Kabupaten/Kota yang memanfaatkan database terdistribusi

1.      Terciptannya sistem yang handal
Akan terciptanya sebuah sistem yang handal yang dapat menghandle data kependudukan disegala lini pemerintahan baik pemerintah daerah pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.Sistem ini dapat mengintegrasikan data dari masing masing pemerintahan.

2.      Sharing Data
Data akan mudah untuk di share disegala lini pemerintahan baik pemerintah daerah pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah provinsi.Sistem ini akan mempermudah petugas yang akan melakukan pembaharuan data baik menambah maupun menghapus data.Petugas juga mudah dalam mengakses data dengan cepat.


·         Beberapa Permasalahan yang Potensial Terjadi

Beberapa permasalahan mungkin akan terjadi dalam upaya pemanfaatan database kependudukan terdistribusi pada ragam aplikasi sistem informasi di Pemkab/Pemkot.Pertama adalah terkait dengan pendekatan pengembangan.Pengembangan eGov yang justru diawali oleh instansi/lembaga di tingkat daerah telah menimbulkan sejumlah variasi pada data dan platform karena pengembangan system disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing. Pendekatan bottom up yang selama ini terjadi menjadi tidak cocok diterapkan. Pendekatan top down dalam pengembangan grand design aplikasi sistem informasi membantu pengembangan eGov di tingkat Pemkab/Pemkot, karena proses pengembangannya akan memiliki panduan yang jelas.Masalah yang lain adalah saat ini banyak instansi/lembaga di Pemkab/Pemkot sudah memiliki database dengan platform berbeda dan tersebar di setiap
instansi/lembaga yang secara geografis saling berjauhan. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan teknologi web service, yaitu aplikasi internet yang mempunyai sifat interoperable yaitu bisa diakses dan mengakses aplikasi lain dengan platform ataupun bahasa yang berbeda sehingga database yang berbeda tidak menjadi kendala.Koneksi internet antar instansi/lembaga di berbagai tingkatan pemerintahan juga masih menjadi kendala di beberapa wilayah, sehingga peningkatan infrstruktur dan penambahan bandwidth koneksi juga perlu dilakukan. Sehingga diharapkan layanan terpadu dapat diakses dari setiap instansi/lembaga yang telah terkoneksi. Untuk melaksanakan aktivitas pengembangan tersebut diperlukan sebuah organisasi pengembang yang melibatkan Pimpinan Pemkab/Pemkot sebagai pengarah, Bagian EDP sebagai manajer proyek, dinas/unit terkait sebagai pimpinan proyek di dinas/unit, analis sistem, programmer, operator, serta didukung oleh tim teknis yang terdiri para tenaga ahli di bidang pengembangan eGov, database, hardware, software, jaringan,
keamanan sistem, serta dokumentasi. Organisasi pengembang yang melibatkan semua unsur dalam sistem akan meminimalkan resistensi yang selama ini terjadi. Terakhir,semua upaya pengembangan sistem baru harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga teknologi informasi yang telah dikembangkan sampai tingkat bawah akan memberikan manfaat yang maksimal.





·         KESIMPULAN

Ketersediaan database kependudukan berbasis NIK yang semakin baik saat ini akan memberikan manfaat yang maksimal jika dapat dimanfaatkan dalam ragam aplikasi sistem informasi di Pemkab/Pemkot. Database kependudukan yang terdistribusi menjadi potensi pengembangan eGov yang lebih baik, melalui pengembangan ragam aplikasi sistem informasi primer dan sekunder/turunan yang terintegrasi pada level data, middleware, dan aplikasi yang dikembangkan dengan teknologi web service. Evaluasi atas kinerja sistem secara terusmenerus juga perlu dilakukan sebagai bagian proses dalam siklus hidup sistem informasi.